KESENIAN TRADISIONAL GENDANG BELEQ ADALAH BUDAYA LOMBOK YANG MEMUKAU

Kesenian Tradisional Gendang Beleq adalah Budaya Lombok yang Memukau

 

Tidak dapat dinafikan apabila kesenian tradisional sudah mulai banyak ditinggalkan oleh masyarakat di berbagai suku. Ada beberapa faktor yang menyebabkan mengapa rupa-rupa kesenian tradisional, khususnya musik tradisional, mulai ditinggalkan. Diantaranya adalah karena, tergerus oleh musik-musik modern, pertunjukannya yang semakin jarang, jumlah masyarakat yang meminati kesenian tradisional juga semakin sedikit.

Lombok, adalah salah satu daerah yang banyak memiliki kesenian tradisional menarik. Mulai dari kesenian Gendang Beleq, Rudat, Ale-ale, Presean (bladukan), dan masih banyak yang lainnya.

A. Musik Tradisional Gendang Beleq: Kesenian Tradisional yang Mulai Tergerus Zaman

Gendang Beleq adalah pertunjukan seni musik tradisional khas suku Sasak di Lombok (NTB) yang bersifat orkestra. Jika diartikan, “Gendang Beleq” berarti “gendang atau tetabuhan (yang) besar.” Pemberian nama tersebut memang sangat tepat, mengingat seni musik tradisional ini menggunakan alat musik berupa gendang (tetabuhan) atau semacam bedug yang berukuran sangat besar.

Ukuran gendang ini, panjangnya bisa mencapai 150 cm dengan diameter 50 cm. Karena ukurannya yang besar dan bobotnya yang cukup berat, maka Gendang Beleq biasanya hanya dimainkan oleh para laki-laki dewasa yang kuat.

Karena berukuran cukup besar maka alat musik ini harus digendong atau disandangkan di pundak apabila dimainkan sambil berdiri atau berjalan. Ya, selain dimainkan secara berdiri, pertunjukan Gendang Beleq juga bisa dimainkan sambil duduk.

Apabila sambil berdiri atau berjalan, biasanya para pemain Gendang Beleq akan melakukan gerakan-gerakan tari yang khas sehingga tampak menarik untuk disaksikan.

Tidak ada aturan baku mengenai gerakan tarian para pembawa alat musik ini. Semuanya sangat natural tergantung dari pembawaan masing-masing individu. Sehingga, setiap pemain akan menciptakan tariannya sendiri.

Gendang Beleq sendiri terbuat dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di daerah Lombok seperti:

  • Pohon meranti yang digunakan sebagai bahan utama untuk membuat body gendang. Pemilihan kayu meranti dianggap sebagai kayu terbaik karena bisa menghasilkan bunyi yang besar dan menggema
  •  Kulit sapi
  • Besi tua

Pertunjukan Gendang Beleq biasanya dimainkan oleh 13-17 orang. Umumnya, pertunjukan ini akan dimainkan oleh laki-laki. Banyaknya jumlah pemain yang dibutuhkan untuk sebuah pertunjukan Gendang Beleq cukup beralasan. Pasalnya, pertunjukan musik tradisional ini melibatkan beberapa instrumen lainnya.

Untuk lebih jelasnya, berikut adalah daftar dan jumlah alat musik yang digunakan pada sebuah pertunjukan Gendang Beleq.

  • 2 buah Gendang Beleq. Gendang pertama disebut “Gendang Mama (baca: mame)” yang berarti gendang jantan/laki-laki; dan yang kedua adalah Gendang Nina (Baca: nine) yang berarti gendang perempuan dan berfungsi sebagai pembawa ritme
  • 1 Gendang Kodek (gendang kecil)
  •  1 Petuk. Fungsinya adalah sebagai alat ritmis
  • 1 buah gong besar. Berfungsi sebagai alat ritmis
  • 2 buah Reog. Reog pertama disebut Reog Mama dan Reog kedua disebut Reog Nina. Kedua-duanya, berfungsi sebagai pengisi melodi
  • 1 Prembak Beleq. Gunanya adalah sebagai alat ritmis, yang didukung
  • 8 Prembak Kodeq. Prembak berukuran kecil ini disebut juga dengan istilah “Copek”
  • 1 Gong Oncer. Digunakan untuk alat ritmis
  • Selain sejumlah alat musik yang telah disebutkan di atas, setiap pertunjukan Gendang Beleq juga biasanya akan dimeriahkan dengan kehadiran: seruling, recek, penari, serta dua buah bendera berwarna merah dan kuning yang disebut “Lelontek”

1. Sejarah Gendang Beleq

Menurut sejarah, Gendang Beleq pertama kali digunakan atau difungsikan sebagai pengiring prajurit pada saat akan pergi berperang, guna memompa semangat mereka. Karena itulah, gerak tari yang dipertunjukkan, umumnya memiliki gerakan yang maskulin atau jantan. Selain itu, Gendang Beleq pada zaman dahulu juga sering dipertunjukkan pada acara-acara besar di keraton.

Pada zaman dahulu, sebelum mulai dipertunjukkan, biasanya atraksi Gendang Beleq akan diawali dengan pembuatan andang-andang (sesajen) yang terdiri atas: beras, ayam kampung, daun sirih, dan beberapa benda-benda lainnya. Saat ini, andang-andang tidak lagi disertakan sebagai ritual.

Di era modern, seni pertunjukan tradisional Gendang Beleq khas Lombok sering kita saksikan pada acara-acara tradisional seperti:

  • Nyongkolan. Yaitu sebuah kegiatan adat pada prosesi perkawinan (pernikahan) suku Sasak
  • Sunatan. Acara sunatan juga kerap diisi dengan berbagai pertunjukan tradisional. Pada masyarakat suku Sasak, anak yang akan disunat selain akan di arak keliling kampung dengan menaiki kuda poni juga akan dihibur dengan dengan musik dan tarian Gendang Beleq
  • Penyambutan tamu kehormatan. Di era modern ini, Gendang Beleq juga di digunakan untuk menyambut tamu tamu agung (terhormat)
  • Atraksi seni. Disamping berbagai kegiatan yang berkaitan dengan adat, Gendang Beleq di era modern juga sering ditampilkan untuk lombakan atau untuk menghibur dan menarik minat para wisatawan yang datang berkunjung ke Lombok

2. Nilai-nilai filosofi pada Gendang Beleq

Nilai filosofi Gendang Beleq yang juga disakralkan oleh masyarakat suku Sasak terletak pada nilai-nilai keindahan, semangat kepahlawanan, kesabaran, kebijakan, ketekunan, dan ketelitian. Nilai-nilai tersebut diharapkan bisa hadir melalui pertunjukan Gendang Beleq dan dijiwai oleh mereka yang mendengar serta menyaksikannya.

3. Di mana kita bisa menyaksikan pertunjukan Gendang Beleq?

Salah satu tempat di mana Anda bisa menyaksikan pertunjukan Gendang Beleq adalah di sekitar pura Lingsar. Di tempat ini diadakan perang ketupat setiap tanggal 27 November. Sebelum perang ketupat dilangsungkan pada sore hari, para peserta dan pengunjung terlebih dahulu biasanya akan dihibur dengan pertunjukan kesenian Gendang Beleq.

Selain pada tanggal tersebut, Gendang Beleq juga bisa disaksikan pada acara-acara Nyongkolan (dalam prosesi pernikahan adat Sasak).

Agar punya kesempatan lebih besar untuk bisa menyaksikan pertunjukan kesenian khas Sasak ini, ada baiknya Anda datang ketika masyarakat Lombok banyak melangsungkan acara pernikahan, seperti di bulan November hingga Desember.

 

 

 

Scroll to Top
WhatsApp chat